Pemrograman
Java dipelopori oleh James Gosling, Patrick Naughton, Chris Warth, Ed
Frank, dan Mike Sheridan dari Sun Microsystems, In.. Bahasa pemrograman
Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan
, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992 .apat dikatakan sampai
saat ini bahasa pemrograman Java telah berumur kurang lebih 8 tahun. The
Green Project itu sendiri merupakan proyek penelitian membuat bahasa
yang akan digunakan pada chip-chip embedded untuk device intellegent
consumer electronic.
Pada
tahun 1991 dikenal bahasa pemrograman yang disebut oak. Pada January
1991, Bill Joy, James Gosling, Mike Sheradin, Patrick Naughton (ketua
project Sun’s OpenWindows user environment), tergabung dalam Stealth
Project. Menurut Gosling, “tujuannya adalah.. untuk membangun system
yang akan mengajak kita untuk melakukan sesuatu yang luas,
terdistribusi, bermacam-macam network electronic devices yang semuanya
memungkinkan dapat berbicara antara satu dengan yang lainnya.”
Anggota
Stealth Project yang kemudian terkenal dengan the Green Project. James
Gosling mengidentifikasi bahasa pemrograman apa yang cocok untuk project
ini. Ia memulai dengan C++, tetapi segera yakin bahwa C++ tidak cukup
untuk project ini. Ia memodifikasi C++ (juga dikenal sebagai C++ ++
–). Hal itu adalah langkah pertama untuk memajukan pembangunan
independent languages yang cocok dengan objektivitas project. Dia
menamakan bahasa tersebut “Oak” tetapi nama tersebut telah menjadi nama
perangkat lunak yang telah dipatenkan, jadi dipilihlah nama JAVA berasal
dari orang yang terlibat di dalamnya: James gosling, Arthur Van hoff, Andy bechtolsheim.
Java Modern
Java
telah digunakan dalam banyak hal dan telah membuktikan keberadaannya
pada abad ke 21. Saat ini, Java digunakan bermacam jenis aplikasi
seperti aplikasi embedded, aplikasi keuangan, desktop, simulasi pesawat,
pemrosesan citra, game, aplikasi perusahaan terdistribusi yang disebut
J2EE dan masih banyak lagi.
Java Virtual Machine (JVM)
Java
Virtual Machine merupakan aplikasi sederhana yang ditulis dalam bahasa C
untuk mengeksi program yang ditulis dalam bahasa Java. Pada saat
kompilasi (perubahan dari bahasa tingkat tinggi ke bahasa lebih rendah),
program tersebut diubah menjadi KODE BYTE. Kemudian pada saat eksekusi,
JVM membaca kode byte tersebu dan mengubahnya menjadi bahasa mesin yang
dimengerti oleh sistem operasi tempat program tersebut dijalankan.
Karena
JVM sangat bergantung pada platformnya (bahasa mesin merupakan bahasa
level rendah yang hanya dimengerti oleh suatu mesin tertentu, misalnya
Intel, tapi tidak dapat dimengerti oleh mesin lain, seperti Macintosh),
byte code ini dapat dibuat untuk terbebas dari kungkungan platform
tertentu. Code byte yang dihasilkan dalam proses kompilasi bahasa Java
akan selalu sama untuk setiap sistem operasi atau jenis mesinnya, tetapi
JVM akan mengubah kode byte tersebut menjadi bahasa mesin tujuannya.
Just In Time Compiler (JIT)
Meskipun
Java didesain untuk diinterpretasi, secara teknis tidak ada yang
menghalangi Java untuk dikompilasi menjadi bahasa mesin seperti
bahasa-bahasa pemrograman lainnya. Sun menyediakan kompiler Just In Time
Compiler (JIT) untuk mengkompilasi kode byte itu menjadi bahasa
mesinnya pada saat yang bersamaan dengan eksekusinya. Walaupun demikian,
pendekatan JIT ini menghasilkan kemampuan yang lebih dibandingkan
dengan interpretasi biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar