Artikel 1
PERAKITAN PERSONAL DESKTOP
2.1 PERSIAPAN
Persiapan
yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari
permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan
meliputi:
2.1.1 Penentuan Konfigurasi Komputer
Konfigurasi
komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari
komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah
sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari
jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian
dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap
jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O
bus yang berbeda-beda.
2.1.2 Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen
komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu
untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
a. Komponen komputer
b. Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
c. Buku manual dan referensi dari komponen
d. Alat bantu berupa obeng pipih dan philips
Buku
manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari
elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper
dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk
komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk
menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program
aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.
2.1.3 Pengamanan
Tindakan
pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan
komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau
tumpahan cairan. Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
a. Menggunakan
gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum
memegang komponen untuk membuang muatan statis.
b. Tidak
menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian
tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada
komponen.
2.3 PERAKITAN
Tahapan perakitan meliputi bebrapa hal berikut di bawah ini
1. Letakkan motherboard tempat yang datar atau diatas casing pada tempat yang aman. Meletakkan motherboard pada tempat yang tidak rata akan mengakibatkan kerusakan pada motherboard apabila dilakukan pemasangan komponen.
2. Pasang processor pada Motherboard. Pemasangan di luar casing dimaksudkan untuk memudahkan anda dalam pemasangan tersebut.
Pemasangan processor disesuaikan dengan jenis processor dan motherboard yang akan digunakan.
Pasang
SIMM RAM pada tempat yang tersedia pada motherboard Pemasangan SIMM RAM
pada slotnya harus mengikuti aturan yang telah ditentukan, yaitu :
-
Aturan praktis yaitu aturan yang menjelaskan bagaiman tata cara
memasangkan SIMM ketempatnya. Kesalahan ini dapat membuat kerusakan pada
mother board.
-
Aturan teknis yaitu aturan yang menjelaskan susunan tata letak SIMM
dalam hubungannya dengan pendeteksian terhadap keberadaan dan kapasitas
SIMM. Pada slot memori, terdapat dua buah pengunci yang berfungsi untuk
mengunci posisi memori. Untuk memasang memori, masukkan memori ke dalam
slot memori dan tekan sehingga kedua pengunci mengunci memori tersebut
3. Siapkan casing untuk pemasangan motherboard
4. Pada
casing, terdapat beberapa titik yang berfungsi untuk pemasangan baut
dan sekrup. Pasanglah baut dan sekrup tersebut pada tempatnya.
5. Masukkan
motherboard pada casing secara perlahan (Pada sebagian casing, alas
casing dapat dilepas sehingga pemasangan motherboard dapat dilakukan
secara lebih mudah)Pada saat pemasangan Motherboard, perhatikan bagian
belakang motherboard yang berisi konektor mouse, keyboard, serial dan
paralel port, agar terpasang dengan tepat pada dudukan casing yang ada.
6. Kemudian pasanglah baut yang disediakan pada Motherboard. Jangan lupa untuk menyediakan jalur yang bebas pada motherboard
7. Pasang dan kencangkan seluruh baut pada motherboard
8. Pasang konektor Power Supply pada tempatnya di Motherboard (PerhatikanUntuk power Supply Type AT, Pasang konektor power supply dengan kabel berwarna hitam berada di posisi tengah, kesalahan pemasangan akan mengakibatkan kerusakan berat pada Motherboard)
9. Pasanglah VGA Card pada Slot Expansi yang sesuai
10. Pasang baut dari VGA Card tersebut.
11. Pasang Network card pada slot yang sesuai dan kencangkan bautnya
12. Pasang Hard Disk pada Casing
13. Pasang 4 baut penahan Hard Disk pada rangka casing
14. Masukkan CDROM Pada rangka casing
15. Pasanglah baut CDROM pada bagian kiri dan kanan casing
16. Pasanglah Floppy Disk Drive pada rangka casing
17. Pasang baut floppy yang telah dipersiapkan
18. Setting
jumper pada Hard Disk dan CDROM. Apabila menggunakan 1 kabel data, maka
HDD harus di set sebagai Master, dan CDROM sebagai Slave.
19. Pasang
kabel data pada Hard Disk dan CDROM. Perhatikan penempatan Kaki 1 pada
kedua peripheral tersebut. Biasanya kaki 1 terletak paling dekat dengan
slot power.
20. Pasang juga Kabel Power kepada Hard Disk dan CDROM
21. Pasanglah kabel data dan power untuk Floppy Disk Drive
22. Pasang
seluruh kabel data pada Motherboard Perhatikan pemasangan pin 1 pada
motherboard. Ikuti petunjuk pada Motherboard atau buku manual
masing-masing.
23. Pasang
kabel switch, speaker, hdd LED dan power LED pada Motherboard. Ikuti
petunjuk yang ada pada buku manual masing-masing Motherboard.
24. Pasanglah
Keyboard, Mouse, Data Monitor. Power Monitor dan Kabel Power pada
bagian belakang casing sesuai dengan konektor masing-masing.
Perhatikan
baik-baik pemasangan Keyboard dan Mouse, utamanya PS/2, karena kedua
konektor ini amat mirip dan dapat terjadi kesalahan pada saat
pemasangan.
Usahakan
memasang kabel Power setelah seluruh peripheral dan konektor lain
terpasang dengan baik untuk mencegah terjadinya kerusakan pada komponen
apabila terjadi kesalahan pemasangan.
25. Setelah seluruh komponen telah terpasang dengan baik, lakukan uji tampil dengan menghidupkan komputer.
Artikel 2
INSTALASI PC
Keamanan keselamatan Kerja (K3)
Sebelum merakit sebuah PC ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :
1. Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan menetes keperalatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan arus pendek dan dapat merusak hasil rakitannya.
2. Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki prossesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memegang casing saat power dihidupkan.
3. Pada setiap tahap perakitan sebalum menambahkan komponen yang baru, power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan di pasang dan komponen lainnya.
4. Jangan lupa menyiapkan peralatan dan bahan-bahan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan perakitan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.
5. Hindari pemasangan komponen harddisk dengan kasar, karena dapat merusak harddisk tersebut.
Artikel 3
Troubleshooting dalam Perakitan Komputer
Saat komputer dirakit dan siap
dijalankan, dapat dipastikan komputer ini dapat bekerja secara normal
walaupun belum diisi dengan sistem operasi. Namun, tidak semua perakitan
dapat berjalan edngan lancar. Biasanya, dapat terjadi troubleshooting
yang dikarenakan kesalahan pemasangan kabel interface atau terdapat
komponen yang tidak pas dan benar pada slotnya.
Berikut ini tabel troubelshooting yang sering terjadi dan solusinya.
Gejala
Saat komputer booting, ternyata monitor blank dan hanya terdengar bunyi bip normal sekali dari casing.
Penyebab
• Pemasangan kabel data dari monitor ke kartu grafis masih kendur atau tidak pas.
• Slot kartu grafis tidak terpasang sempurna pada slot yang ada di motherboard.
• Kartu grafis rusak.
Solusi
• Pastikan kabel data monitor terpasang dengan baik dan bear sehingga tidak kendur.
• Cabut kartu grafis dari slot motherboard dan coba pasang kembali dengan baik dan benar.
• Coba gunakan kartu grafis yang lain untuk memastikan kondisi kartu grafis yang ada rusak atau tidak.
Gejala
Komputer mengeluarkan suara bip panjang berkali-kali saat booting.
Penyebab
• Pemasangan RAM yang tidak pas pada slot RAM yang ada di motherboard.
• RAM yang digunakan tidak cocok dengan motherboard yang ada. Arau menggunakan dua keping RAM dengan tipe berbeda.
• RAM rusak.
Solusi
• Lepaskan kembali RAM dari slot pada kipas motherboard, kemudian pasangkan kembali dengan baik dan benar.
•
Gunakan RAM yang support dengan motherboard yang digunakan. Jika
menggunakan dua keping RAM, sebaiknya gunakan RAM dari vendor dan
kapasitas yang sama.
• Ganti RAM dengan yang baru.
Gejala
Komputer blank dan tidak mengeluarkan suara apapun, tetapi LED power pada casing hidup.
Penyebab
• Pemasangan posesor tidak benar.
• Setting jumper overclock yang terlalu tinggi.
• Daya pada power supply tidak benar atau tidak sesuai dengan standar yang ada.
• Setup BIOS rusak.
Solusi
• Pastikan pemasangan prosesor sudah baik dan benar.
• Gunakan setting clock dan FSB sesuai standar setup BIOS yang ada.
• Ganti power supply dengan yang baru.
• Upgrade atau ganti setup BIOS dengan tipe yang sama.
Gejala
Harddisk tidak terdeteksi saat computer booting.
Penyebab
• Pemasangan kabel power dan interface yang tidak benar atau longgar.
• Pastikan jumper harddisk pada posisi primary master.
• Kerusakan pada kabel power atau kabel interface.
• Harddisk rusak.
Solusi
• Pastikan pemasangan kabel power dan interface pada haddisk sudah baik dan benar.
• Pastikan kondisi setting jumper pada harddisk tepat pada posisi master.
• Ganti kabel interface atau kabel data dengan yang baru.
• Gunakan slot power yang lain dari power supply.
Gejala
Saat komputer booting, semua berjalan lancar, tetapi terdapat tulisan “DISK FAILURE NOT READY OPERATING SYSTEM….”
Penyebab
• Tidak ada sistem operasi yang terinstal pada komputer.
Solusi
• Instal sistem operasi baru yang sesuai dengan spesifikasi hardware komputer dan kebutuhan pengguna komputer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar